IDENTIFIKASI PENYEBAB GANGGUAN REPRODUKSI SAPI POTONG DI KABUPATEN OGAN KOMERING ULU TIMUR (OKU TIMUR) PROVINSI SUMATERA SELATAN PADA PROGRAM UPSUS SIWAB 2018

Vony Armelia, Dadang Mulyadi Saleh, Novie Andri Setianto

Abstract


Penelitian berjudul “Identifikasi Penyebab Gangguan Reproduksi Sapi Potong di Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) Provinsi Sumatera Selatan pada Program UPSUS SIWAB 2018” dilaksanakan di Kecamatan Semendawai Suku III dan Semendawai Timur Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan mulai tanggal 10 Oktober  sampai 10 November 2018. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi faktor penyebab gangguan reproduksi sapi potong, memetakan faktor yang mempengaruhi gangguan reproduksi sapi potong dan mengidentifikasi strategi meningkatkan performan reproduksi sapi potong di Kabupaten OKU Timur. Sasaran dalam penelitian adalah 40 peternak sapi potong, 2 inseminator dan 2 pegawai dinas perikanan dan peternakan Kabupaten OKU Timur.  Penelitian ini dilakukan dengan survey, metode yang digunakan adalah kualitatif modeling dengan Causal Loop Diagram (CLD). Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu variabel terkait performan reproduksi yang terdiri atas Body Condition Score (BCS), Calving Interval (CI), Service per Conception (S/C), Conception Rate (CR) dan variabel terkait faktor yang diduga berkontribusi terhadap gangguan reproduksi terdiri atas karakteristik peternak, sumberdaya yang dimiliki peternak dan sumberdaya yang dimiliki inseminator. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan reproduksi pada ternak sapi potong di Kabupaten OKU Timur diantaranya adalah hipofungsi ovarium, endometritis, piometra, sistic ovary, silent heat, vulvitis, vaginitis, mumifikasi dan retensi plasenta. Penyebab gangguan reproduksi yaitu rendahnya kualitas dan ketersediaan pakan, pengetahuan peternak yang rendah, tidak adanya penanganan postpartus, fasilitas dan jumlah medis yang terbatas, teknis pelaksanaan inseminasi buatan yang tidak sesuai standar pelaksanaan, cross breeding pada ternak dara, fasilitas inseminator yang belum mencukupi kebutuhan. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan performan reproduksi sapi potong yaitu meningkatkan peran pemerintah menyediakan bibit pakan unggul dan pendampingan dengan perguruan tinggi; meningkatkan jumlah medis, fasilitas medis, fasilitas inseminator, dan teknis inseminasi serta meningkatkan intensitas penyuluhan guna meningkatkan pengetahuan peternak dan pemanfaatan potensi limbah pertanian dengan teknologi.

Full Text:

PDF

References


Badan Pusat Statistik. 2013. Grafik Rumah Tangga Usaha Pertanian di Provinsi Sumatera Selatan.BPS Provinsi Sumatera Selatan. Palembang.

Badan Pusat Statistik. 2016. Populasi Ternak Sapi di Sumatera Selatan.BPS Provinsi Sumatera Selatan. Palembang.

Balai Veteriner Bukittinggi, Kementerian Pertanian, Direkrorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2014. Laporan Pelaksanaan Kegiatan Penanggulangan Penyakit Gangguan Reproduksi pada Sapi Potong.No. 530.

Budiawan, A., M. N. Ihsan dan S. Wahjuningsih. 2015. Hubungan Body Condition Score Terhadap Service perConception dan Calving Interval Sapi Potong Peranakan Ongoledi Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. J. Ternak Tropika 16(1): 34-40.

Dinas Perikanan dan Peternakan OKU Timur. 2018. Laporan Populasi Hewan Ternak Menurut Jenis Ternak dan Kecamatan di Kabupaten OKU Timur Tahun 2017. OKU Timur, Sumatera Selatan.

Diwyanto, K dan I. Inounu. 2009. Dampak Crossbreeding dalam Program Inseminasi Buatan Terhadap Kinerja Reproduksi dan Budidaya Sapi Potong.WARTAZOA 19(2): 93-102.

Fadhil, M., M. Hartono dan S. Suharyati. 2017. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Conception Rate Sapi Perah Pada Peternakan Rakyat di Provinsi Lampung. Jurnal Penelitian Peternakan Indonesia 1(1): 1-7.

Ihsan, M. N dan S. Wahjuningsih.2011. Penampilan Reproduksi Sapi Potong di Kabupaten Bojonegoro.J. Ternak Tropikal 12(2): 76-80.

Lestariningsih, M., Basuki dan Y. Endang.2008. Peranserta Wanita Peternak Sapi Perah dalam Meningkatkan Taraf Hidup Keluarga.Ekuitas 12(1): 121-141.

Murwanto, A. G. 2008. Karakteristik Peternak dan Tingkat Masukan Teknologi Peternakan Sapi Potong di Lembah Prafi Kabupaten Manokwari. Jurnal Ilmu Peternakan 3(1): 8-15.

Mustakim, M. B. 2015. Pengaruh Intensitas Penyuluhan dan Tingkat Pengetahuan Terhadap Persepsi Peternak pada Teknologi Biogas di Desa Patalassang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng.Skripsi.Universitas Hasanuddin. Makassar.

Otampi, R. S., F. H. Elly., M. A. Manese dan G. D. Lenzun. 2017. Pengaruh Harga Pakan dan Upah Tenaga Kerja Terhadap Usaha Ternak Sapi Potong Petani Peternak di Desa Wineru Kecamatan Likupang Timur Kabupaten Minahasa Utara.Jurnal Zootek 37(2): 483-495.

Pirlo, G., F. Milflior dan M. Speroni. 2000. Effect of Age at First Calving on Production Traits and Difference Between Milk Yield and Returns and Rearing Cost in Italian Holsteins. Journal Dairy Science 83(3): 603-608.

Prasetyo, A. F. 2016. Konsumsi Susu Keluarga Peternak Sapi Perah Anggota Koperasi Peternak Sapi Perah Setia Kawan.Jurnal Ilmiah Inovasi 16(01): 1-6.

Rasad, S. D., S. Kuswaryan., D. Sartika dan R. Salim. 2008. Kajian Pelaksanaan Program Inseminasi Buatan Sapi Potong di Jawa Barat. Prosiding Seminar Nasional Sapi Potong 2008.

Riszqina., L. Jannah., Isbandi., E. Rianto dan S. I. Santoso. 2011. Analisis Pendapatan Peternak Sapi Potong dan Sapi Bakalan Karapan di Pulau Sapudi Kabupaten Sumenep.Jurnal Ilmu dan Teknologi Peternakan 1(3): 188-193.

Rusdiana, S dan Soeharsono. 2017. Program SIWAB untuk Meningkatkan Populasi Sapi Potong dan Nilai Ekonomi Usaha Ternak. Forum Penelitian Agro Ekonomi 35(2): 125-137.

Suharyati, S dan M. Hartono.2015. Pengaruh Manajemen Peternak terhadap Efisiensi Reproduksi Sapi Bali di Kabupaten Pringsewu Provinsi Lampung.Jurnal penelitian Pertanian Terapan 16(1): 61-67.

Susanti, A. E., N. Ngadiyono dan Sumadi. 2015. Estimasi Output Sapi Potong di Lahan Pasang Surut Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumatera Selatan. Jurnal Lahan Suboptimal 4(2): 106-116.

Toelihere, M. R. 1993. Fisiologi Reproduksi Ternak. Angkasa. Bandung.

Utomo, B dan Miranti, D. B. 2010.Tampilan Produksi Susu Sapi Perah yang Mendapat Perbaikan Manajemen Pemeliharaan. Cakratani 25(1): 1-5.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.