PENGARUH DOSIS GONADOTROPIN RELEASING HORMONE (GnRH) TERHADAP RESPON ONSET DAN LAMA BERAHI SAPI PASUNDAN

Muti Nurfathya, Mas Yedi Sumaryadi, Dadang Mulyadi Saleh

Abstract


Pengaruh Dosis Gonadotropin Releasing Hormone (GnRH) Terhadap Respon Onset dan Lama Berahi sapi Pasundan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis GnRh terhadap penampilan reproduksi respon onset dan lama berahi pada sapi Pasundan betina. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Februari sampai dengan 21 April 2018 dengan metode experimental. Materi yang digunakan untuk penelitian adalah sapi Pasundan betina sebanyak 18 ekor, hormon GnRH sebanyak 3 dosis 0, 1,25, dan 2,5 ml. Variabel yang diamati adalah respon onset dan lama berahi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode eksperimental. Data dianalisis menggunakan rancangan acak lengap (RAL) menggunakan variable respon onset dan lama berahi. Hasil analisis variansi menunjukkan pemberian dosis GnRH terhadap respon onset dan lama berahi tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Rataan respon onset berahi pada perlakuan (R0), (R1), dan (R2) secara berturut-turut 96.55 ± 25.86, 100.59 ± 12.30, 102.70 ± 12.20 jam, sedangkan lama berahi pada (R0) 49.06 ± 6.35 jam, (R1) 43.77 ± 11.31 jam dan (R2) 45.70 ± 11.45 jam.

Full Text:

PDF

References


Achyadi, K. R. 2009. Deteksi Berahi pada Ternak Sapi. Tesis. Pascasarjana IPB, Bogor

Afriani, T., Jaswandi. dan C. Ade. 2014. Pengaruh Berbagai Dosis Hormon GnRH (Gonadotropin Release Hormone) Terhadap Karakteristik Berahi Dan Kadar Hormon Progesteron Sapi Pesisir. Proceeding. Fakultas peternakan dan pertanian Undip. Semarang.

Dwitersnadi R, M. Sulaiman, dan J. Arifin.2015. Kinerja Usaha Pembibitan Sapi Potong Pasundan dan Pemeliharaan Sistem Semi Ekstensif. Laporan Penelitian. Fapet Unpad. Bandung 4(3) 2015.

Efendi M, T. Siregar, Hamdan, Dasrul, C. Thasmi, Razali, A Sayuti, dan B Panjaitan. 2015. Angka kebuntingan sapi lokal setelah diinduksi dengan protokol ovsynch. Jurnal Medika Veteriner. Vol. 9 (2): 159 -162.

Frandson, R. D. 1992. Anatomi dan Fisiologi Ternak. Edisi keempat. UGM Press, Yogyakarta.

Hafez B. 2000. Reproduction in Farm Animal. Lea Febiger, Philadelphia.

Handarini, R. S. Kurniawan, dan E. Dihansih. 2017. Respons Estrus Sapi Resipien Fh Yang Disinkronisasi Dengan Hormone Gnrh, Esrogen, Progesteron Dan Prostaglandin. Jurnal Peternakan. Universitas Djuanda Bogor. Bogor.

Haryani. R. 2002. Akselarasi Pemunculan dan Penyerentakan Estrus serta Keberhasilan Konsepsi Post-Partum melalui Induksi Hormon Progesteron. PMSG, dan Kombinasinya pada Sapi Bali. Tesis. Program Pascasarjana Institut Pertanian Bogor. Bogor

Hastono, I. Inounu, dan N Hidayati. 2002. Penyertakan Berahi pada Domba Betina St. Croix. Prosiding. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Jilid Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Hal 457-461

Hastono, I. Inounu, dan N Hidayati. 2002. Penyertakan Berahi pada Domba Betina St. Croix. Prosiding. Seminar Nasional Peternakan dan Veteriner. Jilid Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan. Hal 457-461.

Hernawan, E. 2003. Peningkatan Kinerja Reproduksi Pada Phase Kebuntingan Melalui Tehnik Superovulasi Pada Ternak Domba. Laporan Penelitian. IPB. Bogor.

Irmaylin, S.M., M. Hartono, dan P.E. Santosa. 2012. Respon Kecepatan Timbulnya Estrus dan Lama Estrus pada Berbagai Paritas Sapi Peranakan Ongole (PO) Setelah Dua Kali Penyuntikan Prostaglandin F2α (PGF2α). Jurnal Kedokteran Hewan, 2(1):41-49

Kanisius, AA. 1991. Petunjuk Beternak Sapi Potong dan Kerja. Kanisius. Yogyakarta

Marawali A. 2001. Dasar-Dasar ilmu reproduksi ternak. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Tinggi Badan Kerja Sama Perguruan Tinggi Negeri Indonesia Timur, Jakarta.

Murray, R. K., Granner, D. K., Rodwell, V. W. Biokimia harper (27 ed.). Jakarta: Buku Kedokteran EGC; 2009

Partodihardjo, S. 1980. Ilmu Reproduksi Hewan. Mutiara Sumber Widya, Jakarta.

Putra, P. P., dan A. Kusumawati. 2014. Dinamika Folikel Ovulasi setelah Sinkronisasi Estrus dengan Prostaglandin pada Sapi Perah. Jurnal Sains Veteriner, 32(1):22-30

Ratnawati, Dian, dan L. Affandhy. 2009. Implementasi Sinkronisasi Ovulasi Menggunakan Gonadotrophin Releasing Hormone (GnRH) Dan Prostaglandin (PGF2α) pada Induk Sapi Bali. Prosiding. Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner

Wirdahayati, R.B. 2000. Optimalisasi Pembesaran Anak Sapi melalui Penyapihan Dini untuk Meningkatkan Produktivitas Sapi Bali di Nusa Tenggara Timur. Riset Unggulan Terpadu (RUT VII). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Naibonat bekerja sama dengan Kantor Menristek dan LIPI.

Zumarni. 2013. Pengaruh Dosis Gnrh (Gonadotropin Releasing Hormone) Terhadap Lama Estrus Dan Kuantitas Korpus Luteum Sapi Pesisir. Jurnal Peternakan. Fakultas Pertanian Dan Peternakan Uin Sultan Syarif Kasim. Riau.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.