PENGARUH PERLAKUAN PELLETING DAN ENSILASE RANSUM KOMPLIT TERNAK KELINCI TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN KASAR DAN SERAT KASAR

L Prambono, Munasik Munasik, Bahrun Bahrun

Abstract


Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh pelleting dan ensilase terhadap persentase kandungan protein kasar dan serat kasar dalam ransum komplit, mendapatkan metode pengolahan terbaik yang mampu menjaga bahkan meningkatkan kualitas pakan. Materi yang digunakan bekatul, bungkil kelapa, onggok, jagung giling, garam, mineral mix dan limbah kubis. Penelitian menggunakan metode eksperimen, rancangan penelitian ialah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Pengujian yang dilakukan yaitu R1: ransum komplit, R2: pelet ransum komplit dan R3: silase ransum komplit. Rataan hasil analisis proksimat kandungan protein kasar ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit adalah 12,68±0,41%, 13,22±0,59, 12,52±0,40% dan rataan hasil analisis proksimat kandungan serat kasar ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit adalah 15,94±0,40%, 16,02±0,56%, 13,29±0,56%. Hasil analisis variansi kandungan protein kasar menunjukan perlakuan ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit berpengaruh tidak nyata (P>0,05) sedangkan hasil analisis variansi kandungan serat kasar menunjukan perlakuan ransum komplit, pelet ransum komplit dan silase ransum komplit berpengaruh sangat nyata (P<0,01). Dilakukan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ) yang menunjukan perlakuan ransum komplit dan pelet ransum komplit berbeda tidak nyata (P>0,05) sedangkan perlakuan silase ransum komplit berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap ransum komplit dan pelet ransum komplit.

Full Text:

PDF

References


Gauthier, R. 2002. Intestinal Health. The Key to Productivity (The Case of Organic Acid). Xxvii Convention Aneca-Wpdc. Puerto Vallarta, Mexico.

Hidayat, N. 2014. Karakteristik dan Kualitas Silase Rumput Raja Menggunakan Berbagai Sumber dan Tingkat Penambahan Karbohidrat Fermentable (Characteristics and Quality of King Grass Silages Treated with Various Sources and Level of Carbohydrate Fermentable). Jurnal Agripet. 14 (1): 42-49.

Jennings, John. 2006. Principle of Silage Making. Division of Agriculture. University of Arkansas. USA.

Mathius, A., P. Sinurat, D. M. Sitompul, B. P. Manurung dan Azmi. 2006. Pengaruh Bentuk dan Lama Penyimpanan Terhadap Kualitas dan Nilai Biologis Pakan Komplit. Prosiding. Seminar Nasional Teknologi Peternakan Dan Veteriner Hal: 57-66.

Murni, R., Suparjo, Akmal dan B. L. Ginting. 2008. Buku Ajar Pemanfaatan Limbah untuk Pakan. Laboratoium Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jambi.

Muslih, D., I. W. Pasek, Rossuartini dan B. Brahmantiyo. 2005. Tatalaksana Pemberian Pakan Untuk Menunjang Agribisnis Ternak Kelinci. Lokakarya Nasional Potensi Dan Peluang Pengembangan Usaha Kelinci. Bogor.

Retnani, Y. 2013. Proses Industri Pakan. PT. Penerbit IPB Press. Bogor.

Saun, R. J. V and A. J. Heinrichs. 2008. Troubleshooting silage problems. How to identify potential problem. In: Proceedings of the Mid-Atlantic Conference, Pensylvania, 26 May 2008. Penn State Collage. P. 2-10.

Subekti, G., Suwarno dan H. Nur. 2013. Penggunaan Beberapa Aditif dan Bakteri Asam Laktat Terhadap Karakteristik Fisik Silase Rumput Gajah pada Hari Ke- 14. Jurnal Ilmiah Peternakan. 1(3): 835-841.

Udding, R., N. Budiman dan Munir. 2014. Analisis Kandungan Protein Kasar (Pk) dan Serat Kasar Kombinasi Rumput Gajah (Pannisetum Purpureum) dan Tumpi Jagung yang Terfermentasi. Jurnal Galung Tropika. 3 (3): 201-207.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.