PENGARUH KOMBINASI PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP TINGGI TANAMAN DAN JUMLAH DAUN RUMPUT ODOT (Pennisetum purpureum cv. Mott) DEFOLIASI KE-3

Adi Fathul Qohar, Nur Hidayat, Bahrun Bahrun

Abstract


Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh pemberian kombinasi level pupuk kandang dan NPK yang optimum ditinjau dari tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah tanaman rumput odot defoliasi ke-3 yang awalnya ditanam pada total lahan seluas 278 m2 dengan luas setiap petak atau unit adalah 5 m2 serta jarak tanam 0,75 m x 0,35 m sehingga dibutuhkan 720 batang stek rumput odot, 270 kg pupuk kandang, 2,5 kg pupuk NPK. Metode yang digunakan adalah eksperimen pola faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok. Faktor pertama adalah pupuk kandang yang terdiri dari K0 : pupuk kandang 0 kg/5m2, K1: pupuk kandang 7,5 kg/5m2, K2: pupuk kandang 15 kg/5m2 dan faktor kedua adalah pupuk NPK (M) yang terdiri dari M0 : pupuk NPK 0 g/5m2, M1 : pupuk NPK 37,5 g/5m2, M2 : pupuk NPK 75 g/5m2 dan M3 : pupuk NPK 112,5 g/5m2. Peubah yang diukur adalah tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot defoliasi ke-3. Hasil analisis variansi menunjukan bahwa interaksi antara kombinasi pupuk kandang dan NPK berpengaruh tidak nyata (P>0,05), sedangkan pemberian pupuk kandang berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot, pemberian pupuk NPK berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot. Pengaruh tunggal pupuk kandang dan NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman dan jumlah daun secara signifikan. Perlakuan interaksi pupuk kandang dan NPK tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun rumput odot.

Full Text:

PDF

References


Budiman, R. D, Sutrisna, S. P. S Budhi, dan A. Indrianto. 2012. Morphological Characteristics, Productivity And Quality Of Three Napier Grass (Pennisetum Purpureum Schum) Cultivars Harvested At Different Age. J Indonesia Trop Anim Agric. 37: 294-301.

Dewi, D. P. R., 2017. Produksi Rumput (Pennisetum purpureum cv. Mott) Defoliasi Pertama dengan Jenis Pupuk yang Berbeda. Jurnal Aves. 11(2): 61-70.

Gardner, F. P. dan R. B. Peare. 1985. Physiologi of Crop Plants. Penerjemahan H. Susilo. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press. Jakarta.

Halim, R. A., Shampazuraini, A. B. Idris. 2013. Yield and Nutritive quality of nine napier grass varietas in Malaysia. Mal. J. Anim. Sci. 16(2):37-44.

Kusuma, M. E. 2014. Respon Rumput Gajah (Pennisetum purpureum) pada Pemberian Pupuk Majemuk. Jurnal Ilmu Hewani Tropika. 3(1):6-11.

Lasamadi, R. D., S. S. Malalantang., Rustandi dan S. D. Anis. 2013. Pertumbuhan dan Perkembangan Rumput Gajah Dwarf (Pennisetum purpureum cv. Mott) yang Diberi Pupuk Organik Hasil Fermentasi EM4. Jurnal Zootek. 32(5):158-171.

Lingga, P. 2000. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Penebar Swadaya. Jakarta.

Sirait, J. 2017. Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum cv. Mott) sebagai Hijauan Pakan untuk Ruminansia. Wartazoa. 27(4):167-176.

Steel, R. G. D dan J. H. Torrie.1994. Principle and Procedures of Statistics: A Biometrical Approach. Terjemahan : B. Soemantri. Prinsip dan Prosedur Statistika (Pendekatan Biometrik) . PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Sutejo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Cetakan ke-7. Rineka Cipta. Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.